Tali Baja (Steel Wire Rope)

Tali baja (steel Wire Rope) adalah tali baja yang dikontruksikan dari kumpulan jalinan serat baja (steel Wire). Mula-mula beberapa serat dipintal hingga jadi satu jalinan (wayar), kemudian wayar dijalin pula menjadi satu kesatuan (strand), setelah itu beberapa strand dijalin pula pada suatu inti (core = kern), sehingga membentuk tali baja dari tipe-tipe berikut:

  • 6 x 19 + 1 fibre core, artinya sebuah tali baja sengan kontruksi yang terdiri dari 6 strand dan mempunyai 1 inti serat ( fibre core).
  • 6 x 19 seal L.W.R.C (Independent Wire Rope Centre), Steel Wire Core, dengan inti logam lunak.
  • 6 x 37 + 1 fc; 6 x 36; 6 x 41 dan lain-lain

Keuntungan dari steel wire rope dibandingkan dengan rantai adalah sebagai berikut ini :

  • Ringan
  • Tali baru lebih baik terhadap tegangan, bila beban terbagi rata pada semua jalinan (strand).
  • Lebih fleksibel sementara beban bengkok tidak perlu mengatasi internal stess.
  • Kurang mempunyai tendensi untuk berbelit, peletakan yang tenang pada drum dan cakra, penyambungan yang lebih cepat, mudah dijepit (clip) atau dilekuk (socket).
  • Wire(wayar) yang patah susedah pemakaian yang lama tidak menonjol, berarti lebih aman dalam pengangkatan, juga tidak akan merusak wire yang berdekatan.

Tali baja dibuat dari kawat baja (steel wire) dengan ultimate strenght :

            Σb = 130 kg/mm² (Sumber : Pesawat-pesawat Pengangkat,1995)

            Tali baja biasanya dioprasikan pada excavator crane-crane besar, keperluan pertambangan dan penggeboran. wayar (wire) dalam jalinan (strand) dan jalinan dalam tali (rope) dapat diletakkan dalam 2 arah yang berlainan, yaitu :

  • Pilin kanan (reght lay)
  • Pilin kiri (left lay)

Selanjutnya kita membedakan anatara :

  • Regular lay (croos lay)
  • Lang lay

Regular lay : wayar dipilin dalam satu arah dan strand dalam arah yang berlawanan, ini bisa disebut juga cross lay. (sesuai dengan kontruksi)

lang lay : dalam tipe ini wayar dan strand dipilin dalam arah yang sama, ini disebut juga paralel lay.

            Dalam menetukan kekuatan angkat suatu tali baja harus dipergunakan hitungan rasional sehingga diperoleh rumus sebagai berikut (Pesawat-pesawat Pengangkat,1995)

Σσ = σb/K = Ss/At + d E’/Dmin/Dt                                                         (pers 2.1)

Dimana :          σb = ultimate breaking strenght dari wayar kg/cm²

                        K = faktor keamanan dari tali.

                        Ss = kekuatan tali baja mengangkat beban (kg)

                        Dmin/Dt = perbandingan antara diameter drum dan diameter tali

                        d = diameter wayar (mm)

                        At = luas penampang tali (cm²)

                        E’ = 3/8 = modulus elastisitas tali yang telah direduksi

                        E = modulus elastisitas tali = 2.100.000 (kg/cm²)

Jadi E’ = 800.000 (kg/cm²) = 8.000 (kg/mm²) (Sumber : Pesawat-pesawat Pengangkat,1995)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Open chat
1
Powered by Elhifa
Salam Hangat,
Selamat Datang di PT. Elhifa Intiguna. Bila ada kebutuhan Lifting dan Rigging Equipment, Tim ahli Kami siap membantu. Chat Sekarang!!!